Takhrij Hadis

Posted on 11 Februari 2013

0


  1. 1.      Pengertian

Takhrij secara bahasa artinya menjelaskan. Adapun secara istilah adalah menyandarkan hadis pada seseorang yang telah menjelaskan hadis tersebut dari ulama’ hadis dari kitab jami’, sunan dan musnad.

Beberapa contoh kitab takhrij:

  1. Dalam kajian fikih, misalnya Nashb al-Rayah fi Takhrij Ahadits al-Hidayah karya al-Zayla’i dan al-Talkhish al-Habir fi Takhrij Ahadits al-Rafi’i al-Kabir karya Ibn Hajar al-‘Asqalani
  2. Dalam kajian tafsir, misalnya al-Fath al-Samawi bi Takhrij Ahadits al-Baydlawi karya al-Munawi dan al-Kaff al-Syaff fi Takhrij Ahadits al-Kasysyaf karya Ibn Hajar al-‘Asqalani
  3. Dalam kajian bahasa, misalnya Falaq al-Ishbah fi Takhrij Ahadits al-Shihah karya al-Suyuthi
  4. Dalam kajian tasawwuf, misalnya al-Mughni ‘an Haml al-Asfar fi al-Asfar fi Takhrij Ma fi al-Ihya’ min al-Akhbar karya al-Hafidz al-‘Iraqi

 

  1. 2.      Tujuan

Mengetahui sandaran/rujukan hadis dan kualitasnya

 

  1. 3.      Manfaat

Beberapa manfaat takhrij antara lain:

  1. Mengetahui sandaran/rujukan hadis
  2. Mengumpulkan sanad hadis dalam jumlah yang banyak
  3. Mengetahui kualitas sanad dengan riwayat yang banyak
  4. Mengetahui kualitas hadits dengan riwayat yang banyak
  5. Mengangkat kualitas hadits dengan banyaknya riwayat
  6. Mengetahui rawi yang samar dari riwayat lain
  7. Menjelaskan makna kalimat hadis yang masih samar, dan lain-lain

 

Secara umum, ada dua kemungkinan takhrij:

  1. Mengumpulkan riwayat hadits
  2. Mengumpulkan lafadz dari matan hadis

 

 

  1. 4.      Cara Takhrij Ulama’ Hadis

Ada beberapa cara yang digunakan ulama’ hadis dalam takhrij hadis, yaitu:

  1. Takhrij dengan mathla’ hadis (awal matan hadis berdasarkan urutan huruf hija’iyyah)

Model takhrij ini menggunakan awal matan hadis yang ada dalam kitab-kitab hadis sesuai urutan huruf hija’iyyah. Misalnya:

1)      Al-Jami’ al-Shagir min Hadits al-Basyir al-Nadhir karya ‘Abd al-Rahman bin Abu Bakar al-Suyuthi yang memuat hadis-hadis qauliyyah saja

2)      Al-Fath al-Kabir fi Dlamm al-Ziyadah ila al-Jami’ al-Shaghir karya karya ‘Abd al-Rahman bin Abu Bakar al-Suyuthi

3)      Al-Jami’ al-Kabir karya ‘Abd al-Rahman bin Abu Bakar al-Suyuthi hadis-hadis qauliyyah dan fi’liyyah

4)      Al-Jami’ al-Azhar min Hadits al-Nabiyy al-Anwar karya ‘Abd al-Ra’uf bin Taj al-Din al-Munawi

5)      Hidayah al-Bari ila Tartib Ahadits al-Bukhari karya Abd al-Rahim bin ‘Anbar al-Thahthawi

6)      Kunuz al-Haqa’iq fi Hadits Khayr al-Khala’iq karya ‘Abd al-Ra’uf bin Taj al-Din al-Munawi

7)      Al-Maqashid al-Hasanah fi Bayan Katsir min al-Ahadits al-Musytahirah ‘ala al-Alsinah karya Muhammad bin ‘Abd al-Rahman al-Sakhawi

8)      Tamyiz al-Thayyib min aal-Khabits fi Ma yaduru ‘ala Alsinah al-Nas min al-Hadits karya ‘Abd al-Rahman bin ‘Ali Ibn al-Diba’, murid al-Sakhawi

9)      Kasyf al-Khafa wa Muzil al-Ilbas ‘an Ma isytahara min al-Ahadits ‘ala Alsinah al-Nas karya Isma’il bin Muhammad al-‘Ajaluni

10)  Asna al-Mathalib fi Ahadits Mukhtalif al-Maratib karya Muhammad bin Darwisy al-Hut

11)  Al-Bughyah fi Tartib Ahadits al-Hilyah karya ‘Abd al-‘Aziz bin Muhammad al-Ghumari

12)  Miftah al-Shahihayn karya Muhammad al-Syarif bin Mushthafa al-Tawqadi yang memuat hadis-hadis qauliyah dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim

13)  Miftah al-Tartib li Ahadits Tarikh al-Khatib karya Ahmad bin Muhammad al-Ghumari

14)  Fihris Mu’jam al-Thabrani al-Shaghir karya ‘Abd al-‘Aziz bin Muhammad al-Sudhan, dan lain-lain

 

 

  1. Takhrij dengan rawi yang paling atas dalam hadis

Model takhrij ini mempunyai dua kemungkinan, yaitu melalui rawi yang paling atas berupa sahabat (jika sanadnya muttashil) dan melalui tabi’in (jika sanadnya mursal). Ada dua model dalam takhrij ini, yaitu kitab athraf (yang menyebutkan athraf atau awal matan hadis beserta sanadnya) dan kitab musnad (berdasarkan riwayat hadis yang berasal dari sahabat tertentu).

Adapun yang berupa kitab athraf, misalnya:

1)      Tuhfah al-Asyraf karya Yusuf bin ‘Abd al-Rahman al-Mizzi

2)      Al-Nukat al-Dhiraf ‘ala al-Athraf karya Ahmad bin ‘Ali Ibn Hajar al-‘Asqalani

3)      Dzakha’ir al-Mawarits fi al-Dilalah ‘ala Mawadli’ al-Hadits karya ‘Abd al-Ghani bin Isma’il al-Nabulusi (w. 1143 H)

Adapun yang berupa kitab musnad, misalnya Munad al-Imam Ahmad bin Hanbal karya Ahmad bin Muhammad bin Hanbal (w. 241 H)

 

  1. Takhrij dengan tema hadis

Takhrij ini dengan cari melihat hadis yang masuk dalam tema-tema tertentu. Misalnya:

1)      Kitab yang memuat takhrij hadis yang sifatnya umum, seperti Kanz al-‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al-Af’al dan Muntakhab Kanz al-‘Ummal karya al-Muttaqi al-Hindi

2)      Kitab yang memuat takhrij hadis dalam kitab-kitab tertentu, seperti Miftah Kunuz al-Sunnah karya A.J Wensinck dan al-Mughnu fi Haml al-Asfar fi al-Asfar fi Takhrij Ma fi al-Ihya’ min al-Akhbar karya al-Hafidz al-‘Iraqi

3)      Kitab yang memuat takhrij hadis dalam kitab fikih, seperti Nashb al-Rayah fi Takhrij Ahadits al-Hidayah karya al-Zayla’i, al-Dirayah fi Takhrij Ahadits al-Hidayah dan al-Talkhis al-Habir fi Takhrij Ahadits al-Rafi’i al-Kabir karya Ibn Hajar

4)      Kitab yang memuat takhrij hadis dalam kitab hukum seperti Muntaqa al-Akhbar mun Hadits Sayyid al-Akhbar karya ‘Abd al-Salam bin ‘Abd Allah Ibn Taymiyah al-Jadd, Bulugh al-maram min Adillah al-Ahkam karya Ibn Hajar al-‘Asqalani dan Taqrib al-Asanid wa Tartib al-Masanid karya al-Hafiz al-‘Iraqi

5)      Kitab yang memuat takhrij hadis al-targhib wa al-tarhib (motivasi dan ancaman) seperti al-Targhib wa al-Tarhib karya al-Hafidz al-Mundziri dan al-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kaba’ir karya Ibn Hajar al-Haytami

6)      Kitab yang memuat takhrij hadis tafsir seperti al-Durr al-Mantsur fi al-Tafsir bi al-Ma’tsur karya al-Suyuthi, Fath al-Qadir fi Fannay al-Riwayah wa al-Dirayah min ‘Ilm al-Tafsir karya al-Syawkani, Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim karya Ibn Katsir dan al-Kaff al-Syaff fi Takhrij Ahadits al-Kasysyaf karya Ibn Hajar al-‘Asqalani

7)      Kitab yang memuat takhrij hadis sirah wa syama’il (sejarah, akhlak dan sifat Rasulullah) seperti al-Khasha’ish al-Kubra dan Manahil al-Shafa fi Takhrij Ahadits al-Syifa karya al-Suyuthi, Sirah Rasul Allah Shalla Allah ‘alayhi wa Sallam karya Ibn Katsir dan Subul al-Hady wa al-Rasyad karya al-Syami.

 

  1. Takhrij dengan jenis hadis

Takhrij dengan model ini mempunyai beberapa jenis karangan, yaitu:

1)      Karangan dalam hadis mutawatir seperti al-Azhar al-Mutanatsirah fi al-Ahadits al-Mutawatirah karya al-Suyuthi

2)      Karangan dalam hadis qudsi seperti al-Ittihaf al-Saniyyah fi al-Ahadits al-Qudsiyyah karya Muhammad bin Mahmud al-Madani dan al-Ahadits al-Qudsiyyah oleh Lajnah al-Qur’an dan al-Hadits Majlis al-A’la li al-Syu’un al-Islamiyyah Mesir

3)      Karangan dalam hadis masyhur seperti al-Maqashid al-Hasanah karya al-Sakhawi dan Kasyf al-Khafa karya al-‘Ajaluni

4)      Karangan dalam hadis mursal seperti al-Marasil karya Abu Dawud

5)      Karangan dalam hadis maudlu’ seperti Tanzih al-Syari’ah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar al-Syani’ah al-Mawdlu’ah karya ‘Ali bin Muhammad Ibn ‘Iraq dan al-Mashnu’ fi Ma’rifah al-Hadits al-Mawdlu’

 

  1. Takhrij dengan lafadz hadis

Yaitu takhrij hadis dengan lafadz/kata, yang berupa kata benda (isim) atau kata kerja (fi’il), bukan huruf. Diantaranya adalah Fihris Shahih Muslim karya Muhammad Fu’ad Abd al-Baqi, Fihris Sunan Abi Dawud karya Ibn Bayumi dan al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadits al-Nabawi karya A.J Wensinck, dkk.

 

  1. 5.      Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadits al-Nabawi

Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfadz al-Hadits al-Nabawi merupakan kitab membahas takhrij hadis melalui lafadznya dan terbatas pada al-Kutub al-Tis’ah saja. Berikut rumus beserta nama kitab yang ada didalamnya:

Tabel Rumus dan Nama Kitab dalam al-Mu’jam al-Mufahras

No

Rumus

Nama Kitab

Keterangan

خ

Shahih al-Bukhari -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

د

Sunan Abi Dawud -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

ت

Sunan al-Tirmidzi -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

ن

Sunan al-Nasa’i -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

جه

Sunan Ibn Majah -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

دى

Sunan al-Darimi -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor bab tempat hadis berada

م

Shahih Muslim -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor hadis

ط

Muwaththa’ Malik -          Menyebutkan nama kitab

-          Menyebutkan nomor hadis

حم

Musnad Ahmad -          Menyebutkan nomor juz

-          Menyebutkan halaman hadis

 

 

Berikut nama kitab yang dijadikan pedoman dalam al-Mu’jam al-Mufahras:

  1. Shahih al-Bukhari berdasarkan penomoran Fath al-Bari bi Sharh Shahih al-Bukhari karya Ibn Hajar al-‘Asqalani cetakan al-Salafiyyah yang dilakukan oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi
  2. Shahih Muslim berdasarkan cetakan ‘Isa al-Babi al-Halabi yang dilakukan oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi
  3. Sunan al-Tirmidzi berdasarkan cetakan yang diteliti oleh Ahmad Syakir (Juz I dan II), Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi (Juz III) dan Ibrahim ‘Athwah ‘Iwadl (Juz IV dan V)
  4. Sunan Abu Dawud berdasarkan cetakan yang diteliti oleh Muhy al-Din ‘Abd al-Hamid
  5. Sunan al-Nasa’i berdasarkan cetakan Musthafa al-Halabi
  6. Sunan Ibn Majah berdasarkan cetakan ‘Isa al-Babi al-Halabi dan yang diteliti oleh Muhammad Fu’ad ‘Abd al-Baqi
  7. Sunan al-Darimi berdasarkan cetakan yang diteliti dan dikoreksi oleh ‘Abd Allah Hasyim Yamani (w. 1386 H)
  8. Muwaththa’ Malik berdasarkan cetakan ‘Isa al-Babi al-Halabi
  9. Musnad Ahmad berdasarkan cetakan al-Yamaniyyah dan telah digandakan di Beirut

 

 

Cara takhrij dengan al-Mu’jam al-Mufahras:

  1. Mencari kata yang anda ketahui. Prinsipnya, semakin sulit kata tersebut maka akan semakin mudah mencarinya
  2. Jika sudah ketemu, carilah kata asalnya (mujarrad)
  3. Perhatikan, apakah kata tersebut berupa fi’il madli atau mudlari’, mujarrad atau mazid, isim fa’il dan seterusnya
  4. Kemudian carilah di al-Mu’jam al-Mufahras

 

Semisal, kita mau mencari hadis berikut:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Maka, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Semisal dengan kata يُحِبَّ, maka kata asalnya adalah حب dan kita mencarinya di huruf ح yang setelahnya berupa huruf ب.
  2. Setelah kita mencarinya di al-Mu’jam al-Mufahras, maka kita akan menemukannya di Juz I halaman 405 dan seperti dibawah ini hasilnya:

…حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أو قال لجاره مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

مَ إيمان 71 ، 72 ،، خَ إيمان 7 ،، تَ قيامة 59 ،، نَ إيمان 19 (**) ، 33 ،،

جهَ مقدمة 9 جنائز 1 ،، دىَ استئذان 5 ، رقاق 29 ،، حمَ 1 ، 89، 3، 176،

206 ، 251، 272، 278، 289

 

  1. Hasil tersebut penjelasannya adalah sebagai berikut:

-          Diriwayatkan dalam Shahih Muslim Kitab al-Iman hadis nomor 71 dan 72

-          Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari Kitab al-Iman bab nomor 7

-          Diriwayatkan dalam Sunan al-Tirmidzi Kitab al-Qiyamah bab nomor 59

-          Diriwayatkan dalam Sunan al-Nasa’i Kitab al-Iman bab nomor 19 dan tanda (**) berarti hadis diulang dalam bab yang sama. Hadis juga disebutkan dalam Kitab al-Iman bab nomor 33

-          Diriwayatkan dalam Sunan Ibn Majah di Muqaddimah bab nomor 5 dan di Kitab al-Riqaq bab nomor 29

-          Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad Juz I halaman 89 dan Juz III halaman 176, 206, 251, 272, 278 dan 289.

 

  1. 6.      Takhrij Dengan Perangkat Lunak

Dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai bidang keilmuan mengalami kemajuan pesat termasuk diantaranya adalah hadis. Berbagai perangkat lunak (software) telah diciptakan mulai dari yang masih bercampur dengan kajian lain hingga yang khusus untuk hadis.

Keunggulan dari software hadis adalah tingkat akurasi yang lebih tinggi, lebih ringkas, lebih cepat dan lebih praktis dari takhrij hadis manual. Disamping itu, kitab yang sangat besar, langka maupun masih berupa manuskrip masuk di dalam software tersebut. Adapun kelemahannya adalah terkadang ada beberapa kalimat yang hilang atau sengaja dihilangkan oleh beberapa pihak yang berkepentingan, begitu juga tidak diketahui bagaimana cara penilaian hadis didalamnya; apakah penialaiannya masuk dalam kategori mutasyaddid, mutasahil atau mutawassith. Dalam beberapa software, kitab-kitab yang ada didalamnya tidak sesuai dengan halaman kitab yang dicetak sehingga untuk rujukan ilmiah harus melihat kembali ke kitab yang sebenarnya.

Cara pemakaiannya adalah dengan mengetik sebagian kata dalam hadis yang diinginkan di kotak pencarian dan memilih kitab-kitab yang sesuai dengan keinginan.

Berikut ini beberapa software yang sangat berguna dalam takhrij hadis:

  1. Al-Maktabah al-Syamilah Ishdar 3.48 yang memuat puluhan ribu kitab, mulai dari tafsir, hadis, akidah, fikih, sejarah, biografi, bahasa dan lain sebagainya. Untuk software ini, bila ingin takhrij hadis disarankan untuk hanya memilih kategori hadis agar hasilnya optimal. Semua halaman kitab didalamnya sesuai dengan kitab yang dicetak
  2. Mawsu’ah al-Hadits al-Syarif Ishdar 2.00 yang memuat al-Kutub al-Tis’ah dan memuat bagan sanad, kualitas dan lain sebagainya
  3. Gawami’ al-Kalem v.45 berisi ribuan kitab hadits baik yang sudah dicetak, manuskrip hingga kitab hadis yang sangat langka. Software ini juga mempunyai fitur syawahid, arti kata dalam hadis yang terhubung pada kamus bahasa seperti Lisan al-‘Arab, Mu’jam Maqayis al-Lughah, al-Shihah, prosentase kualitas hadis, pencarian rijal al-hadits, pencarian hadis dengan tema-tema  tertentu, kategori hadis (qauliyyah, fi’liyyah, taqririyyah dan syama’il), kualitasnya (shahih dan hasan, dla’if dan maudlu’), macam-macam bacaan hadis, perbandingan, dan lain sebagainya.

 

Wa Allah A’lam

 

(Materi diatas disampaikan dalam Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang Semester Gasal Tahun 2013 di Pondok Pesantren Al-Hikmah Pedurungan Lor Semarang pada Rabu Kliwon, 10 Rabi’ul Akhir 1434 H / 20 Februari 2013 M.

Materi takhrij manual disarikan dari ThuruqTakhrij Hadits Rasul Allah Shalla Allah ‘alayhi wa Sallam karya Abu Muhammad ‘Abd al-Mahdi bin ‘Abd al-Qadir bin ‘Abd al-Hadi, profesor hadis di Universitas al-Azhar, Kairo Mesir. Dicetak oleh Dar al-I’tisham Mesir pada 1986. Ditulis oleh Ibnu Izzul Ma’ali al-Hajj al-Qudsiy)

Posted in: Artikel, Kuliah, Tips